Seminar Kolaborasi

Seminar Colaborasi Politeknik Sahid & Dwi Windu Ilmu Pariwisata Indonesia

REFLEKSI DAN PROYEKSI MASA DEPAN

ALAS PIKIR

REFLEKSI DAN PROYEKSI MASA DEPAN

Perjalanan panjang untuk mendapatkan pengakuan agar pariwisata diakui sebagai ilmu mandiri dilatarbelakangi dari kenyataan yang dihadapi terkait pembangunan pariwisata. Fakta menunjukkan bahwa (1) Pariwisata memiliki kompleksitas dan sangat bersifat multidisipliner sehingga perlu melibatkan aspek-aspek dari berbagai disiplin ilmu seperti ekonomi, sosial, budaya, lingkungan, politik, dan manajemen. Pengakuan terhadap pariwisata sebagai ilmu mandiri memungkinkan pendekatan yang lebih terintegrasi dan menyeluruh dalam memahami dan menangani berbagai aspek tersebut; (2) Kontribusi Ekonomi dari Pareiwisata sangat Signifikan, di mana pariwisata merupakan salah satu sektor ekonomi terbesar dan paling cepat pertumb uhannya di dunia. Oleh karena itu, ilmu pariwisata dapat berkontribusi dalam pendidikan dan penelitian di bidang pariwisata, termasuk bisa lebih terfokus pada pengembangan strategi dan kebijakan yang efektif untuk meningkatkan kontribusi ekonomi sektor ini; (3) Dalam pembangunan pariwisata, sangat disadari adanya kebutuhan untuk pembangunan berkelanjutan, di mana pariwisata memiliki potensi besar dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Kehadiran ilmu pariwisata secara mandiri dapat mengintegrasikan prinsip-prinsip keberlanjutan dalam pengembangan dan pengelolaan destinasi wisata; (4) Pariwisata mempunyai dampak sosial dan budaya yang signifikan pada masyarakat dan budaya local, sehingga diperlukan studi terfokus untuk memahami dan mengelola dampak sosial dan budaya dari pariwisata tersebut, termasuk isu-isu seperti gentrifikasi, pelestarian budaya, dan interaksi antarbudaya, identitas masyarakat local, gejala marginalisasi, komersialisasi budaya, dan sebagainya; (5) Sebagai industri Mondial, pariwisata sangat memerlukan manajemen krisis dan perubahan di mana industri pariwisata sangat rentan terhadap krisis seperti bencana alam, pandemi, dan fluktuasi ekonomi. Ilmu pariwisata yang mandiri dapat berkontribusi dalam pengembangan strategi manajemen krisis dan adaptasi terhadap perubahan global; (6) Pesatnya perkembangan inovasi dan teknologi telah mengubah cara bepergian dan berinteraksi di sektor pariwisata, sehingga penelitian dan pengembangan inovasi dalam teknologi terkait pariwisata, dapat melahirkan realitas virtual, kecerdasan buatan, dan sharing-economic; dan (7) Di dalam menghadapi persaingan global, pendidikan dan pelatihan yang Spesifik, yang khusus di industri pariwisata seperti mempersiapkan tenaga kerja yang terampil dan berpengetahuan luas merupakan suatu keharusan. Kehadiran pariwisata sebagai ilmu mandiri sangat mungkin untuk dilakukan untuk pemenuhannya.

Selain itu, kebutuhan yang sangat fundamental adalah ketersediaan tenaga pendidik dan peneliti yang memiliki kualifikasi pendidikan sesuai bidang keilmuan. Tanpa adanya keilmuan secara mandiri sangat sulit untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Melalui perjuangan yang sangat panjang, akhirnya tanggal 31 Maret 2008 Menteri Pendidikan Nasional memberikan izin kepada Kementerian Pariwisata dan Kebudayaan untuk membuka program Sarjana (S1) Ilmu Pariwisata, sementara sebelumnya hanya diperkenankan membuka program vokasi (diploma), dan Pariwisata hanya dipandang sebagai suatu ‘ketrampilan psikomotorik’, bukan ilmu. Pemberian ijin membuka Prodi S1 merupakan sejenis pernyataan pengakuan Pariwisata sebagai Ilmu Mandiri. Dengan kata lain, tanggal 31 Maret dapat dipandang sebagai Hari Lahirnya Ilmu Pariwisata di Indonesia. Sejak itu, prodi-prodi Pariwisata bertumbuh kembang di banyak Lembaga Pendidikan tinggi pariwisata, mulai dari jenjang S1 sampai ke jenjang S3.

Tanggal 31 Maret 2024, Ilmu Pariwisata di Indonesia genap berusia Dua windu (16 tahun). Seperti halnya manusia, usia 16 tahun merupakan fase yang krusial atau periode kritis bagi perkembangan ilmu pariwisata di Indonesia.

About IHTREC

Seminar 2024

This event is part of the 41th Politeknik Sahid Anniversary

Tanggal 31 Maret 2024, Ilmu Pariwisata di Indonesia genap berusia Dua windu (16 tahun)

Tanggal Penting

Senin, 25 Maret 2024

Hari, Tanggal Pelaksanaan

Politeknik Pariwisata Bali

Lokasi

10 Februari 2024 - 29 Februari 2024

Abstract Submission

1 Maret 2023

Acceptance Notification

25 Februari 2024 - 5 Maret 2024

Payment for Presenter

20 Maret 2024

Full Paper Submission Deadline

Agenda Seminar

SESI 1

Sejarah dan Perkembangan Pariwisata sebagai Ilmu Mandiri Pembahasan tentang evolusi pariwisata sebagai bidang akademis. Kontribusi penelitian dalam pengembangan ilmu pariwisata.

SESI 2

Pariwisata dalam Pendidikan Tinggi dan Industri Integrasi kurikulum pariwisata dengan kebutuhan industri. Studi kasus dari berbagai universitas terkemuka.

SESI 3

Dampak Sosial, Ekonomi, dan Lingkungan dari Pariwisata Analisis tentang dampak pariwisata terhadap masyarakat dan lingkungan. Kebijakan pariwisata berkelanjutan.

SESI 4

Masa Depan Pariwisata dan Tantangan yang Akan Dihadapi Diskusi panel tentang inovasi dan tren masa depan dalam pariwisata. Strategi menghadapi tantangan global, seperti perubahan iklim dan ketidakpastian ekonomi.

Keynote Speakers

Keynote Speakers

They are experts in the field of Tourism & Hospitality

img

Dr. Salahudin Uno

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
img

Dr. ================

Ketua ICPI
img

Dr. ===============

Ketua Hildiktipari
img

Dr. ================

Dirjen DIKTI

Refleksi

Setelah keynote speaker: Refleksi ilmu pariwisata

img

Ir. Kusmayadi, M.M.

=====

Pembicara Panel

Akademisi terkemuka di bidang pariwisata.

Praktisi industri pariwisata (Dunia Usaha)

Perwakilan dari organisasi pariwisata internasional.

Pengelola pendidikan/pelatihan pariwisata: Devi Kausar atau Prof Diena

Komponen Pemerintah Daerah.

Pricing

Presenter

250.000 IDR/
300.000 IDR/
Peserta

Peserta


img
img
img
img
img
img
img
img
img
img